Vivo

Kelebihan dan Kekurangan Vivo Y50 : Punch Hole dan Baterai Besar Tapi Performa Nanggung

Written by Birton · >
Kelebihan dan Kekurangan vivo Y50

Vivo Y50 baru saja diluncurkan pada April lalu dan sudah dijual secara resmi di Indonesia untuk saat ini. Sebagaimana pada umumnya ponsel Y series Vivo, tentu memiliki baterai yang cukup besar, sektor yang memang cukup diandalkan.

Untuk harga vivo Y50 di Indonesia dipatok di angka Rp. 3.699.000. Harga yang tidak terlalu mahal menurut kami, melihat berbagai keunggulan yang bisa diberikan kepada pengguna.

Untuk SoC yang digunakan memang terkesan biasa saja. Bahkan chipset yang digunakan oleh vivo Y50 digunakan oleh brand kompetitor untuk ponsel seharga Rp. 2 Jutaan aja. Sebut saja seperti Oppo A5 2020 ataupun Redmi Note 8.

Lantas, apa saja kelebihan dan kekurangan vivo Y50 terbaru ini?. Apakah vivo Y50 bisa memenuhi ekspekstasi pengguna?, mengingat harganya sudah tembus di angka Rp. 3 Jutaan.

Kelebihan Vivo Y50

Saat melihat desain vivo Y50, tentu kita sudah bisa menangkap satu dari beberapa hal menarik dari ponsel ini. Ya, kelebihan vivo Y50 adalah karena sudah dibekali dengan layar punch hole atau vivo menyebutnya dengan nama Ultra O Screen.

Selain itu, ukuran RAM dan memori internal yang besar juga menjadi keunggulan vivo Y50 yang juga cukup menarik. RAM memang bukanlah segalanya, tapi tentu tetap berpengaruh besar untuk ponsel seharga Rp. 3 Jutaan.

Layar Punch Hole 6.53 Inchi

Desain vivo Y50
Desain vivo Y50

Salah satu kelebihan vivo Y50 adalah layar punch hole yang dimiliki. Hingga saat artikel ini kami terbitkan, masih jarang ponsel di range harga tersebut yang sudah mengadopsi model layar seperti ini, dan cenderung menggunakan notch.

Vivo Y50 dibekali dengan layar IPS LCD berukuran 6.53 inchi dengan resolusi 1080 x 2400 piksel dan rasio perbandingan 20 : 9. Memang tidak ada yang terlalu istimewa dari panel layar tersebut, selain dari model punch hole yang diadopsi.

RAM dan ROM Besar

Jika melihat chipset yang digunakan, maka vivo Y50 tentu sudah kalah dari para kompetitor. Dengan harga Rp. 3 Jutaan tersebut, vivo Y50 hanya dibekali dengan Snapdragon 665 (11nm) yang dipadukan dengan GPU Adreno 610 sebagai pengolah grafis.

Bahkan menurut kami ini adalah salah satu kekurangan vivo Y50. Memang unggul di beberapa sektor, namun seakan mengabaikan hal yang tidak kalah penting, yakni performa.

Untungnya hal tersebut sedikit tertutupi berkat RAM dan ROM yang besar. Vivo Y50 dipersenjatai dengan RAM berukuran 8GB dengan memori internal sebesar 128GB. Kapasitas ini tentu sudah cukup mumpuni, dan masih bisa diperbesar lagi dengan menggunakan microSD, dimana slotnya sudah terpisah dari slot dual-SIM.

Modul Quad Camera

Sebenarnya, resolusi lensa kamera vivo Y50 tidaklah istimewa. Dengan harga Rp. 3 Jutaan, kita sudah bisa mendapatkan ponsel dengan lensa kamera utama beresolusi 48MP, bahkan 64MP seperti Redmi Note 8 Pro.

Vivo Y50 dibekali dengan lensa beresolusi 13MP main camera, 8MP ultrawide, 2MP macro, dan 2MP depth. Sementara untuk kamera selfie, dibekali dengan lensa 16MP yang memang cukup bisa dibanggakan.

Satu – satunya yang sangat menarik perhatian kami dari vivo Y50 di sektor kamera justru terdapat pada modul kamera utamanya. Entah mengapa, modul kamera vivo Y50 terlihat premium, bahkan melebihi harganya. Namun ini kembali ke pribadi masing – masing, karena mungkin saja justru tidak menarik bagi sebagian orang.

Baterai Jumbo dengan Fast Charging

Bukan vivo Y series namanya kalau tidak dibekali dengan baterai super besar. Begitu juga dengan vivo Y50 yang sudah dibekali baterai sebesar 5.000mAh, yang tentunya sudah cukup mumpuni digunakan seharian penuh.

Untuk kamu yang memiliki aktivitas padat dan tidak memiliki banyak waktu untuk istirahat, tentu akan sangat cocok menggunakan smartphone ini. Berangkat kerja di pagi hari dengan baterai penuh, dan pulang di sore hari dengan baterai yang masih mampu siaga hingga malam.

Kekurangan Vivo Y50

Sejatinya, tidak ada yang terlalu wah dari vivo Y50 selain dari punch hole, RAM dan ROM besar, serta baterai yang besar. Selebihnya terkesan alakadarnya saja, seperti kamera, kecepatan pengisian daya, SoC yang digunakan, dan juga beberapa detail kecil lainnya.

Namun kami sadar jika vivo Y series bukanlah smartphone yang fokus terhadap hal tersebut. Vivo Y series memang fokus pada kapasitas baterai yang dimiliki, namun tidak seharusnya jadi terkesan mengabaikan sektor lain.

Plastik Plastik Club

Salah satu kekurangan vivo Y50 yang cukup mengganggu menurut kami adalah material plastik yang bisa kita temukan pada bagian cover belakang. Untuk bagian frame memang masih wajar, dimana mayoritas ponsel kompetitor juga demikian.

Namun untuk bagian cover belakang, seharusnya sudah bisa menggunakan material kaca menurut kami. Bahkan Redmi Note 8 dan Redmi Note 8 Pro saja yang memiliki banderol harg jauh lebih murah sudah dibekali dengan material kaca berlapiskan Corning Gorilla Glass di bagian belakang.

Fast Charging Nanggung

Mengisi daya baterai berkapasitas besar tentu akan membutuhkan waktu yang lebih lama. Untuk itulah para brand smartphone berlomba – lomba memberikan kecepatan pengisian daya yang maksimal.

Namun vivo Y50 hanya dibekali dengan fast charging 15W saja, seakan tidak serius menurut kami. Dengan harga Rp. 3 Jutaan, kami berharap vivo Y50 sudah memiliki fast charging dengan daya 25W ataupun 21W setidaknya, namun ternyata tidak.

Last, jika kamu mencari ponsel dengan baterai besar, tampilan layar yang menarik, tanpa memikirkan performa yang harus maksimal, maka vivo Y50 akan sangat layak untuk dibeli. Dengan harga Rp. 3.699.000, kamu sudah bisa mendapatkan layar punch hole 6.53 inchi, baterai 5.000mAh, dan juga RAM 8GB dan memori internal 128GB.

Written by Birton
Menulis artikel seputar gadget dan teknologi terbaru secara up to date. Profile

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *